Sabtu, 08 September 2012

Poktan Sei Anglai Wakilkan Kalsel Lomba Poktan Tingkat Nasional



RANTAU, – Kelompok Tani Sungai Anglai adalah kelompok tani terbaik se-Kalimantan Selatan untuk komoditas padi, dan Rabu (5/9) kemarin, Kelompok Tani (Poktan) Sei Anglai di verifikasi oleh Tim Penilai dari Dirjen Kementerian Pertanian RI. Poktan Sei Anglai Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka lomba Kelompok Tani untuk komoditas padi di Tingkat Nasional.

Tim Penilai Verifikasi Dirjen Kementerian Pertanian RI yang berjumlah 5 orang kunjungi Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan untuk memverifikasi Kelompok Tani Sungai Anglai terbaik se-Kalsel. Kedatangan tim ini didampingi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Kalsel dan Kabupaten Tapin.

Zainullah, SP perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan menyampaikan, “Hari ini sudah memasuki hari kedua Tim Penilai Kementerian Pertanian RI melaksanakan tugasnya menilai Kelompok Tani yang ada di Kalimantan Selatan. Sehari sebelum ke Kabupaten Tapin, Tim Penilai melakukan penilaian di Kabupaten Tanah Laut pada dua tempat untuk komoditas Jagung dan Kedelai, disusul kemudian keesokan harinya pada hari kedua Tim Penilai Dirjen Kementerian Pertanian RI menilai kelompok Tani Sungai Anglai di Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan, “katanya.

Lanjut Zainullah, Sebelumnya pihak kami pada Dispertan Provinsi Kalsel pernah melakukan penilaian terhadap Poktan Sei Anglai, di Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan. Dimana di dapat untuk komoditas padi, bahwa kelompok tani ini adalah yang terbaik se-Kalimantan Selatan. Selanjutnya, Tim Penilai Kementerian RI pusat pada hari ini menilai sekaligus memferivikasi Kelompok Tani Sei Anglai Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan khusus untuk komoditas padi. “Tim Penilaian Kementerian RI dari Jakarta ini datang untuk mereview ulang, apakah penilaiannya terhadap poktan ini lebih baik lagi dari yang dilakukan Tim Penilai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kalimantan Selatan, atau sebaliknya. Tim Penilai melakukan tugasnya dengan mewawancarai Ketua Poktan maupun anggotanya. Selain itu juga mencari data pendukung lainnya, “katanya.

Tim penilai dari Dirjen Kementerian Pertanian RI, Elfiati, mengatakan, “Kedatangan ke Tapin ini kami untuk memverifikasi ulang kelompok tani ini, dimana ada tambahan penilaian yang dilakukan seperti administrasi kelompok tani dan hal-hal lainnya. Kedatangannya ke daerah ini bersama tim yang terdiri diantaranya  Elfiati, Medy, Zenaida, Desi, Hermiatun, “katanya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Tapin, H.Masraniansyah, SP menyampaikan selamat datang terhadap Tim Penilai verifikasi dari Kementerian Pertanian RI. Kelompok Tani Sei Anglai desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan merupakan salah satu kelompok tani binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Tapin, dan keberhasilan yang diraih kelompok tani ini sangat membanggakan daerah. Karena hasil produksi padi di Tapin yang selalu meningkat dari tahun ke tahun itu tak lepas dari peran serta kelompok tani di Tapin sehingga produksi padi kita di Tapin selalu surplus. Di Kabupaten Tapin areal lahan pertanian tidak terlalu luas, namun Tapin mampu meningkatkan hasil produksi padi setiap tahunnya dengan dua kali tanam. Diharapkan dengan keikutsertaan Kelompok Tani Sei Anglai ini dalam lomba di tingkat Nasional semoga dapat berhasil meraih penghargaan sebesar-besarnya dari Pemerintah Republik Indonesia maupun Kementerian Pertanian RI.

Poktan Sungai Anglai Terbaik 1 se-Kalsel

Kelompok Tani Sungai Anglai, Desa Timbaan Kecamatan Tapin Selatan adalah kelompok tani tanaman pangan terbaik satu tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, dan yang sudah ditindaklanjuti dengan surat Keputusan Gurbenur Kalimantan Selatan untuk disertakan mewakil Provinsi Kalimantan Selatan dalam penilaian lomba di tingkat Nasional, jika berhasil Poktan ini akan berangkat ke Istana Negara bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal tersebut diungkapkan H.Masraniansyah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin didampingi Wagimin Kabid Produksi di instansi tersebut.
Apa yang membedakan kelompok tani ini dengan kelompok tani yang lain di Kalsel, dikatakan Wagimin, “Hal yang membedakan Kelompok tani ini dari yang lain sehingga berhasil menjadi terbaik 1 Se-Kalimantan Selatan diantaranya adalah peran serta dari kelompok tani itu sendiri yang anggotanya banyak berperan aktif dan saling kordinasi. Selain itu juga ada kriteria lainnya bagi kelompok tani ini seperti peningkatan produksi padi yang dari tahun ke tahun selalu meningkat. Kelompok tani ini mampu meningkatkan hasil pertanian untuk komoditi padi seperti penerapan sistem semai dua kali tanam dalam satu tahun sehingga produksi padi dapat meningkat, juga kelompok tani ini mengembangkan teknologi penerapan di wilayah tanamnya sehingga dapat ditiru atau di contoh oleh kelompok tani lainnya, “pungkasnya.


Cabai Hiyung Mulai Panen

RANTAU, – Setelah menunggu sekitar lima bulan lamanya, akhirnya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu para petani yakni panen setelah menanam, merawat, membersihkan hingga pemupukan. Panen Cabai Hiyung tidak serempak, karena pada waktu tanamnya tidak juga bersamaan.
 Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, H.Masraniansyah, melalui Kabid Produksi, Wagimin. “Sampai akhir bulan Agustus 2012 tadi, total tanam Cabai Hiyung telah  mencapai 48 hektar, penanaman Cabai Hiyung di mulai sejak bulan April hingga Agustus 2012 tadi. Dan saat ini sudah ada beberapa petani Cabai Hiyung yang mulai memetik hasil panen, juga ada sebagian yang masih menunggu hasil panen, “katanya.

 Menjelang panen Cabai Hiyung ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin telah menyalurkan bantuan terhadap kelompok tani berupa mulsa plastik, dan keranjang panen. Tujuan pemberian Mulsa ini agar tanaman cabai sehat, di jelaskannya, mulsa adalah penerapan teknologi cabai yang sehat, dengan pemberian mulsa ini lahan cabai para petani akan lebih optimal pertumbuhan dan produksinya.

“Teknologi penerapan mulsa kita perkenalkan terhadap petani, karena selama ini petani disana masih menerapkan teknologi manual, “katanya.


Sedangkan keranjang panen untuk para petani agar cabai yang dipetik dan dipanen tetap segar. kita juga telah serahkan keranjang panen sekitar ratusan buah dari APBD Pemkab Tapin untuk kelompok tani Wisnu, dimana para petani setelah panen hendaknya memasukan hasil panennya di keranjang tersebut. Hal itu agar hasil panen tetap segar dan terjaga, kata Wagimin.


Terkait kondisi informasi terakhir Cabai Hiyung ini sudah ada beberapa dukungan dari Instansi di Pemkab Tapin dan juga Perbankan. Dimana Instansi tersebut mendukung pembaruan lahan untuk tanaman Cabai Hiyung, dan juga pihak Perbankan yang akan turut ikut mengembangkan Cabai Hiyung. Demikian Wagimin.

Sabtu, 01 September 2012

Tapin Kembangkan Tanaman Jagung


RANTAU, – Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan kembangkan tanaman jagung pada kawasan lahan lebak di daerah Tapin yang terkenal luas dan memungkinkan untuk ditanami berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura. Kawasan lahan lebak di Tapin selain ditanami padi surung yang menjadi idola masyarakat juga dapat di tanami jagung. “Tanaman jagung ini sangat menguntungkan bagi petani selain dapat menghasilkan pendapatan bagi petani juga merupakan usaha tambahan selain tanaman padi, “tutur Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin H Masraniansyah SP kepada sejumlah wartwan belum lama tadi di Rantau.

“Tanaman jagung di kabupaten Tapin banyak ditanam petani selama ini pada kawasan atas seperti kecamatan Binuang dan Hatungun yang luasan tanaman jagung selalu meningkat setiap tahunnya. Pada musim tanam 2010/2011 ada seluas 542 hektar. Dan pada musim tanam 2011/2012 mengalami peningkatan yaitu seluas 607 hektar dengan jumlah sasaran produksi sebesar 2.487 ton, ”katanya.

Dikatakannya untuk tahun ini direncanakan kabupaten Tapin akan melakukan perluasan tanaman jagung yang akan dikembangkan pada kawasan lahan lebak yaitu kawasan di wilayah kecamatan Tapin Tengah, Tapin Selatan dan Bakarangan. Sementara itu kabid produksi pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin Wagimin menambahkan, bahwa untuk tanaman jagung  hingga saat ini sangat dibutuhkan oleh provinsi Kalsel dan sekarang kebutuhan jagung untuk pakan ternak ini masih didatangkan dari luar daerah. “ Untuk kebutuhan jagung pakan ternak setiap tahunnya kita masih mendatangkan dari luar provinsi Kalsel yaitu dari NTT dan Sulawesi, karena itu kita masih membutuhkan jagung,”katanya. Dikatakannya dengan banyaknya kebutuhan jagung untuk bahan pakan ternak di Kalsel maka ia optimis apabila petani di daerah ini menanam jagung maka hasil produksinya akan terserap oleh pengusaha pakan ternak di daerah ini. Dijelaskannya pula tanaman jagung yang akan dikembangkan di daerah ini merupakan tanaman jagung untuk bahan pakan ternak bukan untuk dikomsumsi masyarakat, karena jenis jagungnya agak keras dan rasanya kurang manis. Sementara itu Kabid Perpadian dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura provinsi Kalsel Ir. Sugian Noor saat menghadiri panen raya padi surung bersama bupati Tapin di Sungai Bahalang kecamatan Tapin Tengah belum lama tadi mendukung program pengembangan tanaman padi di lahan lebak di wilayah ini. “ Kalau keinginan petani untuk menanam jagung dilahan Lebak serius maka pihaknya akan bersedia memberikan bantuan bibit jagung tersebut,”ungkapnya. Bahkan pihaknya minta data kelompok tani yang ingin menanam jagung tersebut beserta luasan lahannya dan segera saja mengajukan permohonan atau proposalnya agarbisa disiapkan berapa saja jumlah bibitnya. “ Silahkan ajukan permohanannya dan proposalnya lebih cepat lebih baik agar kami dapat menyiapkannya, dan bibit jagung tersebut diprovinsi cukup banyak tersedia,” ujarnya.  



PUTS alat Pertanian Mengetahui Kondisi Lahan


RANTAU, – Guna mengetahui kondisi lahan pertanian di daerah ini, Para mantri tani di Kabupaten Tapin telah dibekali applikasi uji tanah dan pupuk yakni Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) oleh Pemerintah Daerah Tapin di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura. Dengan adanya alat ini, tentunya petani di Tapin dan petugas pertanian sangat terbantu ketika ingin mengetahui berapa kadar N,P dan K.

Sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, H.Masraniansyah, didampingi Petugas Kordinator Pengamat Hama Penyakit di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tapin, Masrani dalam Pengaplikasian alat ini untuk mengukur bagan warna dan menentukan berapa kadar pupuk yang direkomendasikan.
Dengan alat tersebut petani dapat mengetahui berapa takaran imbang pemberian pupuknya. Karena pemberian pupuk secara berimbang itu dinilai sangat penting guna menjaga tanaman mereka. “PUTS ini bisa mengukur kadar hara N, P,K dan pH tanah di lapangan secara cepat, mudah, akurat, lagi murah. Bahkan para petani di Tapin untuk meminjam alat ini di mantri tani dipersilahkan dan tanpa dikenai biaya, “katanya.

Adapun tujuan pemberian pupuk berimbang agar tanah subur, pemberian pupuk urea secara berlebihan itu dinilai dapat membuat tanah yang tadinya subur menjadi tidak subur sehingga mempengaruhi hasil padi nantinya. Mulailah memberikan pupuk berimbang secara tepat dosis agar hasilnya maksimal guna meningkatkan hasil pangan nasional. “Pemberian pupuk berimbang idealnya selain memberikan pupuk urea sesuai takaran itu harus ditambah dengan pupuk yang memiliki kandungan kalium dan fospat seperti jenis pupuk NPK, KCL, “katanya.

Jumat, 31 Agustus 2012

Bupati Tinjau Areal Pertanian


Tapin Kembangkan Jeruk Keprok Terigas




RANTAU, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin di tahun 2012 ini kembali akan mengembangkan komoditas jeruk Keprok Terigas yang akan ditanam diatas lahan seluas 42 Hektar di Kawasan Candi Laras Utara, Desa Keladan.

Hal tersebut diungkapkan H.Masraniansyah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin, didampingi Kabid Produksi, Wagimin, Kamis (29/8) kemarin.
Diatas lahan seluas 42 Hektar tersebut rencananya akan ditanam pengembangan baru bibit jeruk Keprok Terigas sebanyak 8.400 pohon dari bantuan Dirjen Hortikultura RI. Mulai bulan Agustus, September hingga Oktober 2012 ini petani jeruk di Desa Keladan sedang mempersiapkan lahan tanaman yang selanjutnya akan menanam.

Sementara untuk pembibitan jeruk Keprok Terigas itu sudah dipersiapkan oleh penangkar jeruk yang ada di Kabupaten Tapin tepatnya di Desa Ayunan Papan, dan hanya tinggal kesiapan para petani jeruk di Desa Keladan kapan mulai menanamnya.
“Tahun 2012 ini kita mulai melaksanakan pengembangan baru penanaman jeruk Keprok Terigas di Desa Keladan Kecamatan Candi Laras Utara, sebagaimana diketahui kondisi lahan di desa tersebut itu sebagian besar adalah lahan basah atau rawa, dan lahan dikawasan ini dinilai cocok untuk ditanami jenis jeruk keprok Terigas, “katanya.

Pengembangan jeruk Keprok Terigas di Kabupaten Tapin ini sudah berlangsung sejak 4 tahun terakhir, yang mana pengembangan jeruk Keprok ini merupakan program nasional yang disarankan Dirjen Hortikultura Pemerintah Pusat. Jeruk Keprok juga memiliki banyak keunggulan dan dinilai mampu bersaing dan dapat menyaingi pamor jeruk import dari luar negeri. “Jadi tahun ini kita kembangkan lagi dilahan rawa.

Diharapkan pengembangan terobosan baru ini membawa hasil bagi daerah, “katanya.
 “Bantuan berupa bantuan sosial dari Dirjen Hortikultura yang dikelola oleh kelompok tani ini diperuntukan pada penyiapan lahan pengembangan Jeruk Keprok, Pengadaan Bibit Jeruk Keprok, Pembelian sarana produksi berupa pupuk dan obat-obatan, dan modal usaha bagi kelompok tani, “katanya.

Modal usaha yang dikelola kelompok tani tadi, sambung H.Masraniansyah, digunakan untuk penanganan pasca panen yakni dengan merekrut para petani jeruk. Nantinya jeruk keprok Terigas yang sudah berproduksi dari para petani ini akan dibeli oleh kelompok tani dari bantuan modal usaha tadi, yang kemudian kelompok tani menjual kembali sampai keluar daerah. Tujuan kelompok tani ini dalam mengelola modal usaha agar harga jeruk di pasaran berpihak kepada para petani.


Sukses Kembangkan Mata Tempel Jeruk


RANTAU, -Pembibitan Entris Jeruk Keprok atau mata tempel di Screen House sukses dikembangkan, saat ini sudah ada sekitar 572 pohon induk BPMT (blok penggandaan mata tempel) atau entris jeruk keprok berbagai jenis.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin H Masraniansyah didampingi Wagimin Kabid Kabid Produksi dan Pengendalian Tanaman mengatakan, pihaknya memang sudah ada mempunyai pembibitan jeruk keprok di Scereen House dan telah berhasil mengembangkan mata tempel atau entris jeruk keprok berbagai jenis.
Disebutkannya, jenis jeruk varietas induk BPMT yang terdapat di screen house seperti, Keprok Terigas sebanyak 408 pohon, Keprok Borneo Prima 30 pohon, keprok Madura 68 pohon, keprok Tejakula 12 pohon untuk dataran rendah, Keprok Siomfu 36, keprok Selayar ada 18 pohon. “Jadi kepada petani Tapin yang ingin membutuhkan mata entrisnya bisa mendapatkan di sceren house milik Pemerintah daerah dalam hal ini Dispertan Tapin, dan gratis tidak bayar, berapapun yang diminta oleh petani, “ katanya kepada wartawan.

Namun untuk petani dari luar Tapin yang membutuhkan mata tempel jeruk keprok atau siam bisa memesannya di penangkar jeruk yang ada dikabupaten Tapin. Untuk bibit jeruk dengan harga Rp7.500 hingga Rp.10.000 perbatangnya dan sudah berlabel biru dan siap sebar, artinya terjamin kwalitasnya. Sekedar diketahui , pada Juni dan Juli ini, pihaknya akan mengirimkan 40 ribu mata entries jeruk keprok ke Bangli, Bali. “Selama kebutuhan entris untuk petani penangkar di Tapin tercukupi, kami juga diperbolehkan membantu petani lainnya di Indonesia, dengan catatan mendapatkan rekomendasi dari Balijestro Malang, “Demikian Wagimin.